Senin, 2009 Juli 13

Empat Saran untuk SBY dalam Menyusun Kabinet


Pengamat politik Arbi Sanit menyarankan empat hal bagi Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyusun kabinet. Yudhoyono diprediksi akan merengkuh kembali kursi presiden untuk periode 2009-2014.

"Pertama, yang kalah jangan dimasukan (ke dalam kabinet), yang menang saja," katanya saat dihubungi, Minggu (12/07).

Menurutnya, sudah seharusnya kabinet diisi oleh kalangan dari partai pendukung. "Biarlah Golkar dan PDI Perjuangan menjadi opisisi," katanya. Fungsi pemilihan adalah untuk menentukan yang menang dan yang kalah. Menurutnya, sudah selayaknya yang kalah menjadi oposisi dan mengontrol fungsi pemerintahan agar berjalan efektif.

Kedua, meskipun diisi dari partai-partai pemenang hendaknya berasal dari partai-partai yang prisipal atau partai yang memiliki kursi di parlemen. Ketiga, kata Arbi, demi efesiensi dan efektifitas kinerja pemerintah kabinet harus dirampingkan. "Paling banyak 20 departemen lah dan tidak usah ada menko lagi," katanya.

Kendali pemerintahan disarankan langsung dipegang presiden dan wakil presiden. Yudhoyono memegang sektor politik, keamanan, sosial dan budaya, kemudian Boediono langsung mengambil komando penanganan ekonomi.

Keempat, kabinet harus diisi oleh kalangan ekspert dan profesional, boleh orang partai asal ekspert. Alasanya, kabinet harus mumpuni dalam menerjemahkan janji-janji kampanye menjadi program pemerintah.



*Sumber: tempointeraktif.com

-----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 2009 Juli 10

Pelajaran dari Kemenangan Yudhoyono


by Opini Tempointeraktif*
---
Sejumlah pelajaran bisa ditarik dari kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Keunggulan duet itu menunjukkan kian matangnya pemilih dalam menentukan sikap politik. Fenomena itu juga menegaskan bahwa bangsa kita sudah berada di jalur yang tepat untuk terus menempuh jalan demokrasi sebagai alat dan cara mengatasi perbedaan.

Kemenangan Yudhoyono-Boediono memang belum resmi. Angka kemenangan baru terlihat dari hasil hitung cepat (quick count) Komisi Pemilihan Umum dan berbagai lembaga riset. Namun, seperti pada pemilu legislatif yang lalu, perolehan hitung cepat biasanya tak berbeda jauh dengan hasil resmi.

Maka, dari hasil hitung cepat itu kita bisa membaca berbagai hal di balik kemenangan duet usungan koalisi pimpinan Partai Demokrat tersebut. Pada awal berlangsungnya kontes presiden, pasangan Yudhoyono-Boediono menuai kritik karena tak mengikuti mitos bahwa pasangan calon harus merepresentasikan Jawa dan luar Jawa. Muncul opini, pasangan yang sama-sama Jawa ini akan menimbulkan resistansi dari pemilih di luar Jawa.

Mitos itu terbukti runtuh. Pasangan Yudhoyono-Boediono mampu mengeduk suara terbanyak di beberapa kantong suara penting luar Jawa. Kemenangan besar diraih di Sumatera (termasuk Nanggroe Aceh Darussalam), Kalimantan Barat dan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua. Bahkan, di Bali, Yudhoyono mampu mendapatkan suara mendekati pasangan Megawati-Prabowo.

Hasil itu menunjukkan bahwa pemilih kian rasional dan pragmatis dalam menentukan sikap politik. Pemilih tak mempersoalkan apakah Yudhoyono-Boediono kombinasi Jawa dengan non-Jawa atau bukan. Bagi pemilih, tak peduli dari mana mereka, yang penting pasangan itu dipercaya mampu memenuhi harapan.

Berkaitan dengan isu runtuhnya primordialisme ini, apresiasi patut disematkan kepada Jusuf Kalla. Keteguhannya untuk maju sebagai calon presiden mampu memberi inspirasi bahwa yang bukan Jawa pun harus berani berlaga sebagai calon presiden. Kalah-menang soal lain. Yang penting, keberanian untuk bersaing meruntuhkan mitos primordialisme.

Duet Yudhoyono-Boediono juga unggul di wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis pesaing, seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada pemilihan legislatif yang lalu, Partai Golkar menguasai Jawa Barat dan PDIP mendominasi Jawa Tengah. Tapi kali ini duet “Lanjutkan” menang di sana.

Lagi-lagi, sikap rasional-pragmatislah yang membuat Yudhoyono-Boediono memimpin perolehan suara. Pemilih di wilayah itu tak menghendaki tawaran perubahan kandidat lainnya. Mereka ragu untuk mempertaruhkan apa yang telah dinikmati selama ini. Pemilih enggan mengambil risiko. Apalagi rekam jejak dua pasangan lainnya juga dianggap menyimpan “cacat politik”.

Pada akhirnya hal ini menunjukkan bahwa kedewasaan politik masyarakat semakin tinggi. Masyarakat tak lagi bisa dirayu dengan pendekatan-pendekatan non-rasional. Khalayak akan mempertimbangkan hal-hal yang masuk akal sebelum bersikap. Maka, sungguh aneh jika kedewasaan politik khalayak ini tidak diimbangi dengan kedewasaan politik para elitenya. Demokrasi tak bisa lagi menerima sikap kekanak-kanakan.


sumber: tempointeraktif.com


NB: saya nukil opini ini untuk dijadikan 'bahan pemikiran' partai dakwah dan juga kader-kadernya terutama dalam membuat grand design strategic. setidaknya untuk mengetahui cara orang berfikir dan melihat sesuatu. bukankah nabi menasehati untuk khotibunnas ala qodri uqulihim? [admin]

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 2009 Juli 09

Hanya JK yang KONSISTEN

by admin

Hasil (sementara) pilpres 2009 membuktikan hanya JK yang TERBUKTI paling konsisten. Kenapa? Dari hasil quick count sejumlah lembaga survey (LSI, Cirus, Puskaptis, LRI, LP3ES) menunjukan urutan perolehan suara teratas SBY rerata 60 %, diikuti posisi dua Mega 27 % dan juru kunci JK dengan torehan sekira 13 %.

Perolehan ini kalau dibandingkan dengan NOMOR URUT pasangan capres TERBUKTI hanya JK yang tetap konsisten di nomor urut 3.

Mega-Prabowo mengalami PENURUNAN dari nomor urut 1 menjadi peroleh suara kedua. Sedangkan SBY-Boediono me-LANJUTKAN satu tingkat dari nomor urut dua menjadi Sang Juara.

Kalau hasil Quick Count nasional perolehan suara SBY berkisar rerata 60 persenan, perolehan suara pasangan SBY-Boediono di kecamatan Piyungan justru diatas rata-rata nasional dengan torehan angka 66,07 % atau 18.715 suara dari total suara sah 28.326. Bahkan di desa Srimartani SBY-Boediono mencatat rekor tertinggi dengan perolehan 71,47 %.

Berikut hasil lengkap pilpres 2009 di kecamatan Piyungan:

DESA SITIMULYO:
- Mega-Prabowo 2.207 ( 23,00 % )
- SBY-Boediono 6.314 ( 65,81 % )
- JK-Wiranto 1.073 ( 11,18 % )

Total suara 9.594

DESA SRIMULYO:
- Mega-Prabowo 2.929 ( 29,90 % )
- SBY-Boediono 6.014 ( 61,39 % )
- JK-Wiranto 853 ( 8,71 % )

Total suara 9.796

DESA SRIMARTANI:
- Mega-Prabowo 1.572 ( 17,59 % )
- SBY-Boediono 6.387 ( 71,47 % )
- JK-Wiranto 977 ( 10,93 % )

Total suara 8.936

REKAP SE-KECAMATAN PIYUNGAN :
- Mega-Prabowo 6.708 ( 23,68 % )
- SBY-Boediono 18.715 ( 66,07 % )
- JK-Wiranto 2.903 ( 10,25 % )

Total suara 28.326

Dengan perolehan SBY diatas lima puluh persen maka pilpres 2009 hanya berlangsung SATU PUTARAN. Ini juga membuktikan konsistensi slogan JK: LEBIH CEPAT LEBIH BAIK. Satu putaran LEBIH CEPAT dibanding dua putaran, dan LEBIH BAIK untuk masa depan bangsa dengan sesegera mungkin me-LANJUTKAN program-program PRO-RAKYAT.


"Allahummaj'al roisa jumhuriyyatina indunisiyya wa jamii'a duwlatihar ruasaa-ashsholihinal 'aaliin..."

"Allahummaj'al indunisiyya baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur..."

----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 2009 Juli 07

Fourth of July

by admin

Sabtu, 4 Juli 2009. Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Amerika ke-233 atau biasa disebut juga Independence Day atau ada pula yang menyebutnya Fourth of July, kami keluarga besar DPRa PKS Srimartani menyambut 'Hari Jadi' penuh gembira dipersatukannya dua saudara kami tercinta dalam ikatan kokoh Aqad Nikah.

Hari itu, Akh Haryadi dari Sanansari resmi menjadi suami dari ukhti Choiriyah dari dusun Kemloko. Dua kader srimartani ini melangsungkan aqad nikah sederhana di KUA kecamatan Piyungan. Akh Rusdi Martono selaku ketua dpra srimartani yang masih 'alone' didaulat menjadi saksi dalam akad nikah yang dihadiri puluhan ikhwan akhwat dpra srimartani.

Bagaimana seru dan hebohnya acara aqad nikah mereka? Nantikan liputannya dari Ken Sri, sohib lengketnya mempelai putri.

"Barokallahu laka wa baroka alaika wa jama'a bainakuma fii khoir"


----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Sang Pembunuh


by abuhasan

Saya pengin menulis tentang 'pengkajian'. Dalam arti seharusnya atau semestinya, kita yang tertarbiyah, atau siapapun kita yang mengaku hamba Allah, melihat atau menilau sesuatu dengan TELITI. Sengaja saya tulis dengan abjad kapital, sebagai penegasan. TELITI dalam artian tidak reaksional, tidak mudah berkomentar atau menilai hanya karena SELINTAS melihat sesuatu. Atau mendengar kabar. Atau membaca selebaran.

Di stasiun tv pernah ada acara bertitel DUDUK PERKARA. Saya tidak hendak menjadikannya sebagai referensi. Cuma buat nukil istilah yang sudah ngetrend 'DUDUK PERKARA'. Di dalam Kitab Suci sudah jelas WAJIB-nya TABAYYUN.

Saya melihat akan ada disharmoni manakala ketelitian tergantikan oleh reaksioner. Kalau menurut kecamata kita ada 'masalah' hendaknya jangan langsung menggelontorkan 'judment' atau penilaian. Endapkan. Kaji. Lihat dari berbagai sudut. Kumpulkan informasi primer yang lengkap. Kaji ulang. Komparasikan. Dialogkan bukan debat kusir. Terlebih kalau 'penilaian' kita nantinya tersebar dan bisa jadi akan dijadikan sebagai referensi orang lain.

Dalam kitab Al-Alaiq yang diterjemahkan Robbani press dengan titel 'Penghalang-penghalang Da'wah' dinukil kisah tragedi pembunuhan Kholifah Utsman bin Affan rodhiyallahu anhu. Salah seorang punggawa Tabi'in saat itu menyesal tak terperi karena beliau menuduh dirinya IKUT ANDIL dalam penumpahan darah sang Kholifah.

"Saya tidak akan pernah lagi ikut terlibat dalam penumpahan darah kholifah setelah Utsman," ujarnya yang membuat kaget hadirin yang di suatu majelis. Kaget! karena memang tabi'in ini tidak terlibat ikut membunuh kholifah Ustman tapi kok beliau MENGAKU turut terlibat?

"Sebelum kholifah terbunuh, saya pernah menyampaikan KRITIK TERBUKA kepada beliau. Dan ternyata kritikan saya dijadikan hujjah oleh para pembunuh untuk menjustifikasi pemberontakan mereka," demikian penjelasan sang tabi'in penuh sesal.

Ini hari ERA INFORMASI dan keterbukaan. Bertrilyun informasi diproduksi massal tiap saat. Tidak perlu merunut sanad apalagi mengkonfirmasi. Niat baik saja tidak cukup. Perlu ketelitian dan pengkajian. Sudah tepatkah 'kritikan' ini tersebar umum? Sudah siapkah kita menanggung segala akibat? Dengan apa kita membela lidah (tulisan) ini di pengadilan Ilahi? Bukankah penghuni neraka terbesar akibat lisan-nya?

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." [17:36]


----
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 2009 Juli 01

Ada PKS di Kampanye MEGA-PRO


by abuhasan

Siang kemarin (Selasa, 30/6) tak sengaja saya menyaksikan kampanye akbar pilpres pasangan Megawati-Prabowo yang digelar di stadion senayan jakarta. Tidak sengaja memang karena saya kebetulan di sebuah ruangan yang ada tivi menyala dengan satu orang yang lagi nonton. Awalnya hanya 'suara tivi' yang sekilas masuk, karena memang kurang tertarik.

Reporter lapangan Metro TV dengan suara keras meluap-luap melaporkan secara live dari stadion senayan jalannya kampanye putaran terakhir pasangan Mega-Pro.

"Saudara pemirsa, ribuan orang sudah memadati stadion bung karno. Tampak menonjol paduan lautan warna merah putih mereka. Merah mewakili pdip dan putih menggambarkan gerindra," ujar reporter mencoba mengaitkan pasangan Megawati-Prabowo dengan partai pendukungnya.

Sampai di sini saya membatin, sejak kapan gerindra diwakili warna putih? Maksa banget sih reporter.

"Massa terlihat makin membesar memenuhi stadion dan mereka masih menunggu kehadiran ibu Megawati dan Prabowo yang tengah menuju stadion. Saya kembali ke ..... di studio metro tv," lanjutnya menutup sementara siaran live.

Scene kemudian berpindah ke ruang studio Metro TV.

"Menurut anda, massa yang menghadiri kampanye pasangan Megawati-Prabowo kali ini, dibanding massa kampanye PKS pada pileg kemarin di tempat yang sama lebih besar mana?" tanya reporter metro tv.

"Jelas lebih besar massa PKS. Bukan hanya besar dari sisi jumlah saja. Kami, bukan hanya saya, juga wartawan lain saat itu menyaksikan sendiri bagaimana kampanye PKS dengan jumlah massa yang sangat besar tapi juga tertib dan santun. Tidak ada anarki atau massa yang garang. Ini bukan penilaian saya saja, tapi juga wartawan yang lain," panjang lebar sang pengamat yang jadi panelis di studio metro tv menjelaskan. Ditanya satu, jawabnya ganda. Bukan hanya itu, ini acara live kampanye Mega-Pro malah sang pengamat 'mengkampanyekan pks'.

Dan bukan itu saja, sang pengamat ini juga merasa perlu untuk 'menjadi saksi' bahwa wartawan lain sependapat dengan penilaiannya. "Bukan hanya saya lho yang mengatakan kalau kampanye pks adalah kampanye yang paling tertib, paling santun, paling berkesan bagi kami, tidak menimbulkan kekhawatiran para wartawan. Wartawan yang lain sama menilainya". Saya ingat, kalimat 'bukan hanya saya' diulang beberapa kali. Seakan beliau ingin menegaskan dan meyakinkan sang pembawa acara dari metro tv.

Saya yang tadinya hanya pasang telinga mulai mengamati dengan mata siapa gerangan sang pengamat ini. Wajah khasnya langsung saya mengenali. Budiarto Shambazy, batinku mengenali sang pengamat. Pria paruh baya ini sudah lama saya kenal. Wartawan senior harian Kompas ini sudah lama menarik perhatianku. Dari sejak pemilu 2004 komentar obyektif beliau tentang PKS yang ditulis di Kompas kolom tetap pekanan 'Politika' seakan mendobrak stereotip Kompas yang terkesan tidak ramah dengan jalur hijau.

Maka, komentar siang itu dari wartawan yang sudah mengabdi seperempat abad di harian Kompas ini makin menambah optimis ku. Ojo gebyah uyah, don't be generalisir. Masih ada orang-orang obyektif yang mau melihat sesuatu apa adanya, tanpa tendensius, apriori apalagi phobi.

Sesaat itu saya membatin akan membuat tulisan tentang peristiwa siang itu. Bagi anda yang belum kenal Budiarto Shambazy, saya tampilkan fotonya.

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Tegaknya Surau Kami


by: Dhanie & Haryadi
---

"Innamaa ya'muru masajidalloh man amana billahi wal yaumil akhir, wa aqoma-sho-sholata wa ataa-z-zakata Walam yakhsya illalloh"

Partai Keadilan Sejahtera sebagai partai dakwah, telah berkomitmen bahwa semua program nya adalah untuk izul-islam wal muslimin, demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang hidup dalam kesejahteraan.

Maka tak heran jika seluruh program PKS hanya untuk kemaslahatan umat dan bukan hanya untuk interes pribadi (kader) saja. Sebagai contoh, PKS tidak pernah mengarahkan kader PKS yang diberikan amanah di pemerintahan, bekerja seenaknya saja,atau bahkan berbuat yang merugikan umat (rakyat), dengan korupsi dll.

Makanya, wajar saja banyak lembaga/personal, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang bersedia menggandeng PKS sebagai mitra untuk menyalurkan produk jasa mereka kepada masyarakat yang membutuhkan.

Begitupun yang telah PKS lakukan pada hari Sabtu 27 Juni 2009 kemarin, yakni dengan menyalurkan Musholla dari QATAR CHARITY kepada warga sekitar KUA Kecamatan Piyungan atau RT 9 dusun Piyungan Ndeso Srimartani, Piyungan Bantul. Yang ternyata warga tersebut sudah lama mendambakan tempat ibadah.

Tepat pukul 09.00 WIB penyerahan simbolis Musholla tersebut dilakukan. Hadir pada acara tersebut: Panitia Pembangunan Musholla, Pejabat Kecamatan, warga, Aleg PKS Dapel IV Kab Bantul Bapak Amir Syarifuddin dan Bapak Setia sebagai mas'ul penyaluran masjid/musholla Qatar Charity di wilayah DIY, serta tentunya kami tim DPRa PKS Srimartani juga turut membersamai acara tersebut.

Musholla yang akan segera dibangun tersebut memang benar-benar ditunggu-tunggu warga, betapa tidak, hal itu bisa dilihat dari animo warga yang sudi turut hadir dan menyaksikan rangkaian acara pada pagi tersebut yang ternyata, subhanalloh, hampir semua warga tumpah ruah di lokasi pembangunan mushola. Tidak itu saja, warga secara swadaya juga menggalang dana untuk kebutuhan lain mushola diluar standar proyek.

Acara inti pagi itu adalah peletakan batu pertama pembangunan musholla yang dilakukan oleh ALEG PKS Bapak Amir Syarifuddin dan Pejabat dari kecamatan Piyungan.

Mushola baru ini ditargetkan selesai dibangun satu setengah bulan, sehingga ketika Ramadhan tiba bisa difungsikan. Semoga dengan dibangunnya musholla tersebut kekokohan iman dan ukhuwah umat islam di sekitar musholla tersebut semakin erat dan kuat. Dan tentunya semua itu untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Seperti yang sudah difirmankan ALLOH dalam surat AT-TAUBAH:18, bahwa sesungguhnya hanya orang-orang yang memakmurkan masjid saja adalah orang - orang beriman kepada ALLOH dan hari akhir serta mereka hanya takut kepada ALLOH saja.
Billahi sabililhaq...

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 2009 Juni 30

Triple S



by dimar sembiring


Desir semilir sang bayu senja...
Melintas menusuk kulit dan tubuh ini...
Semburat sang surya di sisi barat daya...
Menambah indahnya pemandangan di tempat ini...

Yach... di tempat ini, di Pemancingan Mino Lestari, kembali kami berkumpul di sini, dengan wajah yang berseri-seri, meski perut kosong tak terisi...

Itulah gambaran yang tepat dan pas rasanya, situasi yang terjadi di senja tadi, Senin 29 Juni 2009. Di mana kami, DPRa PKS Srimartani mengadakan Acara "Triple S". Yaitu, "Syuro Special Srimartani".

Syuro' dimulai dengan pembahasan program-program ke-DPRa-an, info2 terbaru dan perkembangan update yang terjadi baru-baru ini. Di sore tadi dibahas tentang agenda "Pelayanan Kesehatan" Gratis yang sedianya akan diadakan hari ahad tanggal 12 July 2009 di dusun Rejosari. Pembahasan tersebut meliputi persiapan obat-obatan, peralatan dan tim medis yang akan dibutuhkan.

Selanjutnya dibahas juga tentang kesiapan pengerahan massa untuk Kampanye Terbuka SBY-Boediono yang sedianya akan dilaksanakan sabtu 4 Juli 2009. Untuk hal ini kami benar-benar mempersiapkannya dengan sangat serius, kami memepersiapkan secara detail, bahkan sampai "by name", untuk optimalisasi siapa saja yang akan dikirim "bertempur" ke "medan perang".

Kemudian juga dibahas tentang kesiapan saksi untuk suksesi SBY-Boediono. Alhamdulillah di DPRa Srimartani yang terdiri dari 38 TPS sudah "ready to fight" semuanya. Yang pasti 8 Juli nanti kami siap "habis-habisan" "bertempur" untuk kemenangan SBY-Boediono. LANJUTKAN...!

Adzan maghrib pun tiba. Dan itu tandanya acara "INTI" ke dua segera dimulai. Setelah sekedar membatalkan puasa dengan seteguk minuman, kami pun sholat maghrib jama'ah bersama. Setelah sholat, acara makan bersama pun tak ayal menjadi acara paling meriah di senja itu. Suasana gelak tawa penuh kemeriahan membersamai kami sekeluarga besar PKS Srimartani menikmati lezatnya menu LELE BAKAR khas Mino Lestari, sebagai tanda acara penutup dari agenda special "Triple S".

Namun yang lebih spesial lagi acara sore tadi adalah kehadiran kader sekeluarga yang juga TRIPLE S: Sepuluh Ikhwan, Sepuluh Akhwat plus Sepuluh anak-anak nya.


---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

[+/-] Selengkapnya...

Situs Resmi DPP PKS